Minggu, 24 Januari 2010

MODEL KONSEPTUAL HILDEGARD E. PEPLAU

DESKRIPSI KONSEP SENTRAL
1. Manusia
Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk megurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal
2. Lingkungan
Budaya dan adat istiadat merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu
3. Kesehatan
Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif
4. Keperawatan
Suatu proses interpersonal yang bermakna. Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien. Pengetahuan diri dalam konteks interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah.
TUJUAN ELEMEN UTAMA
1. Tujuan asuhan keperawatan :
Kepribadian yang berkembang melalui hubungan interpersonal yang mendidik dalam pemenuhan kebutuhan klien
2. Klien
Sistem diri yang berkembang sendiri dari karakteristik :
1. Biokimia
2. Fisiologis
3. Interpersonal dan kebutuhan, serta berupaya memenuhi kebutuhannya dan
4. Mengintegrasikan berbagai pengalaman
3. Peran perawat
Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan klien yang bersifat partisipatif, sedangkan klien mengandalkan isi yang menjadi tujuan. Dalam hubungannya dengan klien, perawat berperan sebagai orang asing, pendidiknara sumber, pengasuh pengganti, pemimpin dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal
4. Sumber kesulitan/masalah
Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang. Ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologik dan biologik individu
5. Fokus intervensi
Ansietas yang disebabkan oleh hubungan interpersonal yang mempengaruhi perkembangan kepribadian. Empat komponen sentral adalah :
1. Proses interpersonal
2. Perawat
3. Klien
4. Ansietas
6. Cara intervensi
Proses interpersonal terdiri dari fase orientasi, identifikasi, eksploitasi dan resolusi.
a. Fase orientasi :
Lebih difokuskan untuk membantu klien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien
b. Fase identifikasi
Terjadi ketika perawat menfasilitasi ekspresi perasaan klien dan tetap mampu memberikan asuhan keperawatan yang diperlukan. Ekspresi perasaan tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sait sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasikan kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari kepribadian klien. Respon klien pada fase identifikasi dapat berupa :
1) Partisipasi mandiri dalam hubungannya dengan perawat
2) Individu mandiri terpisah dari perawat
3) Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat
c. Fase eksploitasi
Memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal
d. Fase resolusi
Secara bertahap klien melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi
Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana perawat membimbing klien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi yang saling tergantung dengan lingkungan sosial
Perawat mempunyai 6 peran yang terdiri dari peran sebagai :
1. Sebagai orang yang asing
Berbagi rasa hormat dan minat yang positif pada klien. Perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada suatu sistem baru
2. Nara sumber
Perawat memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengharap pada area permasalahan yang memerlukan bantuan
3. Pendidik
Mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan serta aktif dalam mengarahkan asuhan
4. Pengasuh pengganti
Membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal
5. Konselor
Meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif
7. Konsekuensi
Sistem diri dengan kepribadian yang berkembang ditandai dengan ansietas yang berkurang karena kebutuhan yang terpenuhi dan fasilitas pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi.

YUSIKO
NPM. 095141020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar